Latihan Menjurnal

Setelah kita mengetahui bagaimana langkah-langkah menjurnal, maka perlu kita latih agar anda mahir dalam melakukan Jurnal Umum.  Kuncinya adalah setiap transaksi selalu mempengaruhi 5 Kelompok besar perkiraan (Harta, Utang, Modal, Pendapatan dan Biaya).  Nah, berikut adalah contoh kasus agar anda terlatih dalam menjurnal.

Contoh Kasus I.

CV. Andi Desain adalah sebuah perusahaan yang baru berdiri pada bulan Maret 2012, mempunyai transaksi sebagai berikut :

02-03-12 Setoran modal berupa uang tunai sebesar 10.000.00002-03-12 Dibayar sewa usaha sebesar Rp. 4.000.0000

5-03-12 Membeli peralatan sebesar 1.500.000 baru dibayar 800.000

10-03-12 Membayar rehab gedung untuk tukang sebesar Rp. 2.000.000

11-03-12 Diterima pendapatan minggu kedua sebesar Rp. 100.000

15-04-12 Diterima pendapatan cetakan sebesar Rp. 2.000.000

17-04-12 Membayar utang peralatan Rp. 300.000

20-04-12 Diselesaikan cetakan spanduk dengan nilai Rp. 2.000.000 baru diterima Rp. 1.000.000

22-04-12 Setoran kas untuk tambahan modal sebesar Rp. 2.500.000

23-04-12 Diterima piutang cetakan spanduk Rp. 500.000

25-04-12 Membayar biaya listrik Rp. 500.000

Perintah : Catatlah transaksi di atas dalam bentuk Jurnal Umum.

Contoh Kasus II.

CV. Putra Laboi Jayaadalah sebuah perusahaan yang sudah berdiri sejak tahun 2010 dimana perusahaan ini belum menerapkan pencatatan akuntansi secara benar.  Untuk tahun 2012 ini CV. Putra Laboi Jaya ingin beralih menggunakan pencatatan Akuntansi yang sesuai dengan standar.Setelah dilakukan perhitungan terhadap Harta, Utang dan Modal dapat diperoleh data sebagai berikut :

 

NERACA
CV. Laboi Jaya
Tahun 2011
Kas 5.000.000 Hutang Usaha 1.500.000
Piutang usaha 2.000.000 Modal 6.500.000
Peralatan 1.000.000
8.000.000 8.000.000

Transaksi yang terjadi selama bulan Januari 2012 adalah sebagai berikut :

03-01-12 Dibayar biaya listrik Rp. 200.000

02-01-12 Di terima pendapatan Jasa Rp. 800.000

05-01-12 Diterima piutang usaha sebesar Rp. 1.000.000

06-01-12 Setoran dari pemilik ke kas untuk tambahan modal Rp. 1.200.000

10-01-12 Diterima pendapatan jasa sebesar Rp. 150.000

12-01-12 Membeli peralatan dengan harga Rp. 500.000 baru di bayar Rp. 300.000

12-01-12 Membayar biaya iklan Rp. 100.000

20-01-12 Membayar utang peralatan sebesar Rp.100.000

21-01-12 Diambil uang kas untuk keperluan pribadi sebesar Rp. 100.000

23-01-12 Diterima pendapatan jasa sebesar Rp. 1.000.000

25-01-12 Diterima order dengan nilai Rp. 800.000 tapi baru diterima Rp. 500.000

Perintah : Catatlah transaksi di atas dalam bentuk Jurnal Umum.

Catatan : Untuk kasus kedua ini, anda tidak perlu mencatat Saldo Awal Neraca diatas, cukup langsung membuat Jurnal Transaksi.  Saldo Awal neraca digunakan untuk mencatat Buku Besar.

“Silahkan mencoba ya, semoga berhasil”

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 3.655 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: