Bila Jilbab dianggap ….!

Jilbab merupakan pakaian yang mencerminkan simbol dari seorang muslimah. Dengan memakai jilbab berarti menunjukkan identitas diri, dan juga menggambarkan kecintaannya dengan agama. Dan fenomena jilbab ini akan terus menjadi perbincangan sepanjang zaman. Atau karena memang kultur budaya kita yang tidak mengenal jilbab atau memang kita yang kurang memahami arti pakai jilbab sehingga banyak orang yang enggan memakainya.

Ada teman saya yang awalnya nggak pakai jilbab, tapi karena dia kerja pulang malam, maka dia lalu malamnya pakai jilbab, tapi siang harinya nggak pakai. alasannya..? Ya jelas untuk melindungi dirinya dari orang-orang jahil yang akan mengganggunya pada malam hari. Nah.. sebenarnya pakai jilbab lebih banyak untungnya dari pada nggak pakai. Kita sangat bersyukur kalau ada rekan kita yang mulai memahami arti jilbab, dan mulai memakainya. Walaupun zaman sekarang memakai jilbab ada juga yang akhlaknya tidak baik, bahkan ada yang memakai jilbab sekedar kedok padahal akhlaknya bejat, dan kita tidak pungkiri hal tersebut. Tapi walaupun demikian apa salahnya kalau memang kita ingin berakhlak yang lebih baik, kalau pakaian kita juga baik. Ibarat sebuah kado yang ingin diberikan kepada orang lain, ada empat kriteria :

  1. Isinya bagus dengan bungkus yang bagus
  2. Isinya bagus dengan bungkus asal / tidak dibungkus
  3. Isinya tidak bagus dengan bungkus yang bagus
  4. Isinya tidak bagus dan bungkus asal /tidak dibungkus

Nah.. kita sebagai manusia yang waras tentu pilih no. satu, ingin mendapatkan sesuatu yang baik dengan bungkus yang baik pula. Ingat ..!seorang muslimah tentu nantinya untuk suaminya, dan seorang suami mencari calon istri juga ingin yang terbaik. Dan patut disayangkan muslimah yang udah pakai jilbab dengan alasan tertentu, dia malah melepasnya. Memang pakai pakaian adalah hak pribadi mereka. Tapi hidup kita kan di pandang orang, kita tidak hidup sendiri. Orang lain akan menilai gimana pribadi kita.

Baru-baru ini presenter di salah satu stasiun televisi Saudi Arabia chanel Iqra bernama Basma Wahbah muslimah berjilbab juga menanggalkan jilbabnya. Baca eramuslim.Padahal dia memandu acara “Qabla an tuhasabuu” (Sebelum Kalian Dihisab), acara yang cukup digemari publik Saudi. Tapi dia beralasan perubahan penampilannya tidak mengurangi prinsip dan moralnya dalam kehidupan sehari-sehari. Yang penting bagi dia adalah hatinya, lebih baik penampilan di dalam dari pada diluar…!

Tapi Bukankah penampilan luar adalah cerminan keyakinan hati anda? Jadi… ingin dapat kado yang mana…?

3 Tanggapan

  1. tapi sekarang ini sudah banyak trend dibungkus rapi tapi tetep dipamerkan isinya lho.

    Ya..itulah.. sekarang mode semakin jauh dari tatakrama berbusana.. mereka hanya mencari keuntungan semata, tapi pembeli juga salah…! udah tahu gitu kok dibeli..memang kembali ke hati

  2. sesial2nya, saya kepengen dapet yang isinya bagus walaupun mungkin bungkusnya asal2an. sesial2nya, lho… yah, daripada ketipu sama “kemasan”😀

    Betul tuh.. mas, karena kita akan lama sama dia…. lebih baik isi nya yang bagus.. daripada bungkusnya bagus, isinya berantakan.. tapi lebih bagus..ya bungkusnya menarik.. dan isinya juga bagus..wah enak tenan…iku..!

  3. Bagus atau jelek itu kan tergantung dari sudut pandang. ehhh, selera maksudnya, kan??
    Terutama kalau mengenai bungkusnya.
    Ada yang senang lemper yang daun pisangnya masih hijau seger, ada yang mau yang sudah agak menguning (katanya rasanya lebih marem, gitu).
    Ada yang senang istri pakai pakaian sopan, tanpa menutup aurat. Ada juga yang senang istri pakai mini, tunjuk-tunjukkan paha atau buah dada. Nggak sedikit juga yang senang istri menutupi aurat.
    Tapi yang penting buat mereka: isinya harus bener. Iya, kan?
    Tapi yang lebih penting lagi kan yang pakai, iya nggak?
    Ada yang senang memamerkan paha dll., bukan berarti automatis isinya jelek. Ada yang lebih senang menutupi semuana, tetapi kalau lihat orang lain ada saja yang dirasani dan diirikan. Dst., dst.
    Yang penting: kita terima dan hormati mau mereka. Kalau nggak setuju ya jangan dilihat atau bahkan dinikahi, lebih baik cari yang lain aja, kan?
    Kenapa ya, kok kita ini sibuk mendiskusikan dan mementingkan luarnya saja???
    Salam kenal juga.

    Oh..ya selera memang berbeda-beda, itu tergantung masing-masing. Tapi hidup ini juga punya batasan-batasan tertentu. Artinya hak kita jangan sampai mengganggu orang lain yang juga punya hak. Kalau ingin berpakaian jangan sampai mengganggu orang lain / merasa risih dengan pakaian kita itu. Kalau ingin berteriak boleh sebebas-bebasnya tapi jangan sampai mengganggu orang lain yang ingin tenang, ingin tidur…! iya kan…!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: