24 jam dibagi 3 = 8 jam

Manajemen WaktuKalau udah berkeluarga begini, rasanya waktu gak cukup 24 jam sehari, kalau bisa 25 jam sehari. Tapi apakah bisa, atau memang aku yang gak bisa ngatur waktu. Padahal aku berusaha untuk memaksimalkan waktu yang ada, tetapi selalu saja tidak sesuai dengan harapan. Aku bekerja dari pagi sampai malam. Sebenarnya sih jam kerjanya dari jam 07:30 sampai jam 4:30 sore. Tapi kadang-kadang ada kerjaan tambahan yang harus lembur sampai malam, hingga sering pulang jam 09:00 malam.

Aku tinggal di pinggiran kota, kata orang sih Pekanbaru coret.. he he he .. aku hanya ikut-ikutan aja lho menggunakan kata ini. Masalahnya memang daerah pekanbaru tapi udah di pinggirannya alias perbatasan dengan daerah lain. Sehingga belum ada petanya he he he. Jarak dari rumah sekitar 10 km dan bisa ditempuh selam 30 menit perjalanan. Sehingga kalau istirahat tentu gak bisa pulang makan siang. Jadi otomatis dari pagi sampai siang dan malam di tempat kerja, dan begitu seterusnya.

Kadang-kadang aku berpikir, sampai kapan aku begini terus. Kerja dari pagi sampai malam dan gak ada waktu untuk yang lainnya. Karena menurut ustad yang ceramah kemarin, kita harus bisa mbagi waktu dalam 1 hari menjadi 3 bagian yaitu :

  1. 8 jam untuk bekerja
  2. 8 jam untuk diri sendiri dan keluarga
  3. 8 jam untuk bermasyarakat

Pas kan menjadi 24 jam. Nah itu aturannya, tapi dalam pelaksanaannya selalu saja tak bisa seperti itu. Kita lihat penjelasannya :

8 jam (bekerja)
Hidup tentu butuh makan, pakaian, tempat tinggal dan kebutuhan fisik lainnya. Nah itu semua bisa di dapat dari bekerja, mencari rizki yang banyak, banting tulang, peras keringat bahkan sampai-sampai gak bisa berkeringat lagi.

8 jam (diri sendiri dan keluarga)
Kita juga butuh pemenuhan kebutuhan diri pribadi, seperti hobi mancing, musik, rekreasi dan juga keluarga. Siapa sih yang mau hidup sendiri. lagian sendiri itu gak enak. Mau ngapa-ngapain sendiri (masak sendiri, nyuci sendiri, makan sendiri)= kayak lagu aja. So pasti kita butuh keluarga, butuh teman hidup dan itu juga harus dipenuhi kebutuhannya.

8 jam (bermasyarakat)
Dalam hidup tentu kita juga butuh tetangga, alias masyarakat, lagian siapa yang mau hidup hanya 1 keluarga saja. Kalau mau sendiri ya hidup aja di hutan.. he he he.. ! Kita tentu juga ingin mengenal tetangga, gotong royong, ikut kegiatan masyarakat, ikut majelis taklim, pokoknya ikut kegiatan yang ada di komplek dimana kita tinggal.

Nah dari uraian itu, aku jadi berpikir gimana ya cara ngatur waktu supaya semua terpenuhi atau minimal tidak hanya terfokus pada 1atau 2 bagian saja. Bekerja pasti harus, keluarga juga ada, masyarakat jangan ditinggalkan. Kalau ketiga-tiganya dapat dijalankan alangkah nikmatnya hidup ini. Hidup tidak hanya cari uang saja atau tidak hanya untuk keluarga saja atau bahkan tidak hanya untuk bermasyarakat saja. Tapi ketiga nya harus ada.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: