Saatnya aksi coret dihentikan?

coret-baju.jpgKemarin dan beberapa waktu yang lalu adalah pengumuman kelulusan bagi siswa SLTA maupun SMK sederajat diseluruh daerah di Indonesia. Bagi mereka yang lulus, banyak yang meluapkan kegembiraan dan yang paling banyak adalah akso corat coret baju. Begitu nomor dan namanya terdaftar, maka siap-siaplah bajunya jadi sasaran. Ada yang mencoret di dada, di punggung di semprot di rambut, di stabillo di celana, pokoknya mana aja dech yang suka.

Kembali ke masalah coret-coret tadi. Agaknya ini sudah menjadi budaya yang turun temurun, seperti halnya sistem perploncoan bagi siswa atau mahasiswa yang baru masuk pendidikan. Tapi siapa ya pertama kali yang mulai? Agak sulit untuk menjawabnya karena sebenarnya mereka melakukan itu cuma ikut-ikutan rekan-rekan mereka.

Fenomena seperti ini akan ada terus jika tidak ada orang yang melakukan perubahan. Kalau menurut saya nih, apa tidak sebaiknya meluapkan kegembiraan itu dengan melakukan kegiatan yang lebih bermanfaat. Masalahnya kalau kita bandingkan lebih banyak kerugiannya melakukan aksi coret baju dari pada tidak melakukannya. Mari kita lihat perbandingannya.

Keuntungannya:

  1. Merasa puas karena telah lulus ujian
  2. Saya kira cuma 1 diatas.

Kerugiannya:

  1. Mungkin kalau tidak melakukan aksi coret baju, kepuasan akan sedikit berkurang.
  2. Baju tidak dapat digunakan lagi.
  3. Bagi cewek rawan menjadi korban perbuatan tidak senonoh, seperti yang telah terjadi di bandung eh dimana itu saya lupa.
  4. Menggunakan cat semprot bisa berbahaya bila terkena mata.
  5. Bila menimbulkan perkelahian bila yang jadi korban tidak terima.
  6. Eh apalagi ya

Nah dilihat dari perbandingan diatas, nyata bahwa aksi coret baju lebih banyak mudharatnya daripada manfaatnya. Memang sudah ada beberapa sekolah yang mengarahkan siswanya untuk melakukan kegiatan yang lebih baik dari pada aksi coret baju. Seperti sekolah menyediakan kain spanduk dan silahkan dicoret disitu. Ada juga yang melakukan aksi kumpul baju dan sepatu, kemudian dibagikan kepada orang yang membutuhkan. Nah kegiatan itu lebih baik dari pada aksi coret baju. Atau melakukan kegiatan lainnya. Nah bagaimana menurut anda? apakah aksi ini bisa dihentikan? Perplocoan bisa dihentikan kok, kalau yanh ini???

4 Tanggapan

  1. emang apa sih yang terjadi pada cewek2 ?? FYI, celana ama baju sma gw (15 tahun yang lalu) masih ada di lemari. Kenang-kenangan.. sekaligus ngukur sekurus apa gw dulu pas sma hehehe..

  2. Aku rasa GAk da ruginya corat-coret baju..
    aku rasa cuma sebagai Pelampiasan rasa bebas Dari bangku skulah..paling kl cewek cuma kna raba-raba dikit aja,,wajar kq kapan lagi bisa nyenggol..lagian uda lulussssss

  3. […] (Masprim, pinjem gambarnya ) Posted in Hidup indah. Tag:baju, coret, lulus, preman. […]

  4. setuju, kenapa hanya bisa mencontoh yang kurang beradab ?
    apa nggak ada kebiasan turun temurun yg baik utk dicontoh?.
    negri ini lagi sulit, hayo bangkit (kata SBY hehe)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: