Pak Harto, antara krisis dan kritis

Perhatian kita sekarang banyak terfokus sama mantan presiden ini. Ya.. Pak harto, yang lagi kritis dan masih berbaring di RSPP Jakarta. Mengulas tentang kepemimpinan beliau yang hampir 32 tahun di negeri ini bahwa memang banyak pro dan kontra.

Kita hidup di zaman sekarang dan bisa dikatakan generasi baru setelah merdeka. Kita tidak ikut dalam sejarah panjang bangsa kita, jadi apa yang kita dengar dan kita lihat sekarang ini kita refleksikan dan kita tuangkan dalam bentuk bermacam-macam. Kalau lah kita ikut dalam sejarah mungkin kita akan tahu bagaimana sih sebenarnya sejarah bangsa kita yang penuh liku-liku atau munkgin berjalan mulus. Yang aku tahu adalah begitu lahir waktu itu Presidennya udah Pak Harto dan seterusnya sampai aku tamat SMU dan 2 tahun berikutnya, yakni tahun 1998.

Tidak bermaksud menceritakan keberhasilan dari pak Harto sebagai presiden waktu itu. Tapi sebagai orang kecil seperti saya ini yang dipikirkan adalah bagaimana bisa makan tiap harinya, bagaimana bisa mengisi perut dan hidup berkecupan. Nah, memang waktu zamannya aku kecil dulu, tidak pernah tahu ada yang ngantri minyak, tidak pernah tahu harga-harga meroket seperti ini, walaupun harga juga naik tapi tidak terlalu berlebihan, serta aku pernah ingat dollar waktu itu menembus Rp 2.500 perak. Mungkin ini juga pernah dirasakan oleh sebagian kita yang pernah mengalaminya.

Tapi dibalik semua itu kita juga nggak tahu, ada apa di sisi lain dari kehidupan masyarakat kita yang lain. Kita dulu nggak pernah tahu ada DOM, kita juga nggak pernah tahu yang lainnya, karena arus informasi tidak se bebas sekarang. Kalau sekarang orang mau ngomong aja, terserah. Kalau dulu jangan kan membakar foto di tempat ramai. Merobek foto seseorang aja langsung di gelandang. Tapi akibat diberi kebebasan itu, sekarang malah kebablasan, semua orang mau ngomong aja tanpa ada batasanya, tidak peduli itu sesuatu yang menyakitkan pihak lain dan bisa berakibat fatal. Banyak orang yang menyalurkan aspirasinya sudah tidak pada tempatnya dan cenderung anarkis. Apakah ini yang disebut demokrasi? Tanya kenapa ?

Nah, akibat perbedaan kepentingan dan pendapat yang bersebrangan, maka pada akhirnya timbul suatu gejolak dan krisis ekonomi serta titik kulminasinya di tahun 1998 yaitu Pak Harto lengser. Setelah era ini maka semua nya berubah. Baik dari segi kebebasan sebagi warga negara juga perbuahan ekonomi.

Dan sekarang pembawa sejarah bangsa kita, Pak harto terbaring lemah dan masih kritis. Bagaimana sikap kita? Sudah tentu jika dilihat dari sisi kemanusiaan, kita akan mendo’akan beliau semoga lekas sembuh karena kita juga pernah merasakan sakit. Tentunya kita juga do’a dari orang lain untuk kita. Tapi jika dilihat dari sisi hukum, kalau memang bersalah ya tentu harus diproses. Karena hukum tidak mengenal sehat atau sakit, lemah atau kuat, kaya atau miskin.

2 Tanggapan

  1. betul mas Prim, doakan kesembuhannya tapi tetep diadili kejahatannya…

  2. sipp..we pray to him but standing the law..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: