Budaya jangan sampai merusak aqidah

suro.jpgSaya sering mengikuti kegiatan-kegiatan budaya di daerah-daerah. Apalagi dalam menyambut tahun baru islam, berbagai kegiatan dilakukan mulai yang sederhana sampai yang melibatkan banyak orang. Kalau di jawa ada yang namanya suro-an, yang artinya menyambut tahun suro yang kebetulan selalu sama dengan 1 muharram dalam tahun baru islam. Ada lagi yang mengadakan acara ritual ke makam-makam para leluhur yang dianggap berpengaruh dalam pengembangan ajaran islam seperti makam para wali.

Kegiatan tersebut selain mempunyai nilai sejarah yang panjang juga mempunyai nilai budaya yang unik untuk masing-masing daerah. Karena merupakan budaya dan tradisi , maka patut kita pertahakankan bahkan dilestarikan, karena hal ini juga dapat dijadikan sebagai sarana untuk mengembangkan wisata daerah.

Selain itu dalam kegiatan tersebut, orang-orang melakukan berbagai ritual seperti sesaji dan lain sebagainya. Bahkan dalam acara tersebut ada yang berkeyakinan akan mendapat keberkahan bila mengambil sesuatu dari kegiatan tersebut. Alhasil karena keyakinan itu, maka banyak yang berebut untuk mendapatkan sesuatu walaupun harus berdesak-desakan bahkan sampai pingsan. Melihat fenomena ini, maka kita sebagai umat muslim sudah sepatutnya intropeksi diri sampai sejauh mana aqidah kita. Kalau kegiatan itu saya sangat setuju sekali untuk tetap dipertahankan dan dilestarikan, tapi kalau berkeyakinan tentang sesuatu yang bisa mendatangkan keberkahan dari sebab mengambil makanan itu, maka saya tidak setuju dan tidak boleh setuju. Karena hal ini sebenarnya sudah menggoyahkan keimanan kita. Kita hanya percaya kepada Allah, SWT yang dapat memberikan keberkahan dan pertolongan kita bukan yang lain.

Jadi hati-hati dalam mengikuti berbagai kegiatan dan acara budaya apalagi yang dilakukan dengan ritual dan do’a-do’a. Kalau ritualnya sejauh tidak menyimpang dari ajaran agama, tentu boleh saja. Tapi keyakinan dan aqidah kita kepada Allah, SWT tetap harus konsisten dan tidak boleh berubah. Kita harus tetap yakin bahwa Allah yang selalu memberikan kita kebahagiaan, ketenangan, anak, rizki dan lain sebaginya. Jadi, untuk apa saling berebut sesuatu yang tidak masuk akal dan bahkan mengorbankan kesehatan, seperti ada yang jatuh pingsan, berdesak-desakan, saling dorong hingga luka-luka, waduh… !. Kalau sekedar meramaikan acara tersebut dan bahkan mengikutinya saya kira boleh-boleh saja, tapi dalam hati harus tetap berkeyakinan bahwa Allah, SWT adalah segala-galanya. “Semoga kita dijauhkan dari hal-hal yang dapat merusak aqidah kita”. Amin.

7 Tanggapan

  1. Apakah budaya selalu berseberangan dengan Agama? tentu saja tidak, to?…

  2. mungkin masih kebawa budaya2 hindu-budha gitu..
    trus udh turun temurun jdnya..

    salam kenal juga

    panji

  3. makasih mas udah mau main ke blog saya🙂

  4. Wah.. bener tuch. Kebanyakan budaya kadang ga sesuai…

  5. Assalaamu ‘alaikum warahmatullah.
    Mau sok tau sedikit ah.. *halah*:mrgreen:
    Dalam kajian hukum Islam, dikenal istilah ‘Urf atau kebiasaan yang baik. Termasuk di dalamnya adat dan budaya. Selama budaya pada suatu masyarakat tidak melanggar prinsip-prinsip utama syariat, maka tidak menjadi masalah untuk tetap melakukannya. Akan tetapi manakala sebuah kebiasaan yang telah mengakar (adat) atau budaya tersebut telah melanggar prinsip-prinsip syariat, maka kita tidak diperbolehkan untuk melaksanakannya.

    Salam kenal juga ya…

  6. …tapi kalau berkeyakinan tentang sesuatu yang bisa mendatangkan keberkahan dari sebab mengambil makanan itu, maka saya tidak setuju dan tidak boleh setuju…

    Yupz, saya setuju jika yang dimaksud adalah mengharap makanan jtu membawa rejeki padanya, namun harus dibedakan dengan mengharap kepada Yang Atas supaya rejeki datang dengan mengambil makanan tersebut. KALAU YANG TERAKHIR INI, SAYA TETAP MENGANGGAPNYA BOLEH, soalnya hal itu juga termasuk doa,walaupun lewat media makanan…

  7. Kalau saya sih, lebih suka menjaga heritage negeri sendiri.😛

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: