Gile, harga sembako makin tak terkendali

Aku sebagai rakyat kecil dan juga mungkin rekan-rekan sesama kita yang lain pasti merasakan dampak dari harga-harga yang makin lama makin meroket. Bagaimana tidak aku saja yang bekerja di swasta dengan pendapatan setiap bulan harus bisa me-menej pengeluaran setiap bulannya. Aku berpikir bagaimana dengan saudara kita yang lain yang pendapatannya mungkin tidak tentu atau yang kerja serabutan, kadang ada kadang tidak, pasti mereka lebih parah lagi untuk memenuhi kebutuahn hidupnya.

Secara pribadi, sebenarnya aku tidak terpengaruh langsung dengan kenaikan harga tersebut. Tapi bagi ibu rumah tangga, jelas harus berpikir 2 kali atau 3 kali untuk membelanjakan uangnya supaya cukup, sedangkan uang nya harus segitu. Nah, ini yang sering dikeluhkan oleh istri-istri kepada suaminya, lain kalau istri juga punya pendapatan tambahan.

Di tempatku, alias di kota ku tercinta ini, Harga telur bulan kemarin masih berkisar 15.000 satu kotak, pagi ini aku dengar dari istri ku sudah sampai 25 ribu-an. Beras bulan kemarin masih ada yang 5.000-an sekarang sudah 6.700, kalau minyak tanah jangan ditanya, dimana-mana orang susah mencarinya, sekarang sudah berkisar 5.000 bahkan lebih untuk 1 liter lagian payah mendapatkannya. Waduh… gimana nih gile bener harga-harga ini. Mau tidak mau uang belanja harus ditambah, tapi bingung dari mana nih tambahannya, sementara yang namanya makan itu harus, karena kebutuhan primer.

Ada lagi, sekarang konversi minyak tanah ke gas, dengan tujuan untuk mengurangi ketergantungan minyak tanah. Malahan di sini, gas malah susah dicari, sampai-sampai sekarang beli gas pakai kupon persis seperti beli minyak tanah.

Dengan kondisi yang semakin keren ini, apakah akan terjadi lagi yang lebih hebat…! entahlah aku tak tahu… karena tahu sekarang pun mahal. Eh..gak nyambung kali.

Satu Tanggapan

  1. betul om! harga sembako semakin gilaaa! rapat dpr tiap hari gak ada gunanya, cuma datang, duduk, diam, tidur, eeh dapat uang lagi!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: