Apakah rezeki kita halal

Hidup ini tidak lepas dari kebutuhan yang harus dipenuhi. Tuntutan kebutuhan akan bertambah seiring dengan meningkatnya usia dan gaya hidup. Selain itu tuntutan lingkungan dan masyarakat juga mempengaruhi kebutuhan yang harus dicukupinya. Karena itu sudah lumrah dan wajar, orang akan mencari penghidupan yang lebih baik, lebih layak dan lebih menyenangkan. Hal ini juga di pengaruhi oleh keinginan orang untuk mengubah nasib dan menaikkan gengsi/strata sosial di mata masyarakat.

Di zaman yang kata orang sekarang modern ini jenis pekerjaan tentu sudah sangat komplek dan beraneka ragam. Mulai dari jenis pekerjaan dengan strata sosial rendah sampai ke level yang tinggi. Dari pekerjaan yang nyata sampai pekerjaan yang maya. Dari pekerjaan yang langsung menghasilkan uang beberapa waktu sampai pekerjaan yang menghasilkan uang terus menerus tanpa henti bahkan sampai ke anak cucu dan generasi berikutnya.

DAri sisi hukum dan agama, mencari rezeki di dasarkan pada bagaimana mencari rezeki tersebut tidak menyalahi aturan. Dalam hal ini tentu yang halal. Yang halal artinya rezeki di peroleh melalui jalan yang benar, tidak merugikan pihak lain baik secara langsung maupun tidak langsung. Karena rezeki yang kita dapatkan akan digunakan dan dimakan oleh kita sendiri, istri dan anak-anaka kita.

Melihat uraian diatas, saya tertarik untuk membahas topik ini dengan judul “Apakah rezeki kita halal”. Sebuah pertanyaan klasik memang. Karena sebenarnya kita sendiripun sudah tahu, bahwa kalau rezeki dicari dengan jalan yang tidak sesuai dengan ajaran agama, ya itu yang disebut tidak halal. Namun pertanyaannya bukan sesimpel itu. Di zaman yang serba canggih ini kadang-kadang batas antara halal dan haram sangat tipis. Apa yang kita lakukan selama ini sepertinya halal, padahal kalau diteliti lebih detail bisa jadi haram.

Saya akan buatkan beberapa contoh yang memang, bisa jadi haram atau masih bingung apakah haram atau halal yang terfokus dengan kemajuan teknologi. Kita tahu bahwa mengambil hak orang lain tanpa izin adalah perbuatan yang haram, termasuk juga pembajakan software, lagu, game, dan sejenisnya. Tapi hal ini sepertinya sudah membudaya dimasyarakat kita. Mulai dari konsumsi untuk diri sendiri maupun yang komersialkan.

Berikut contoh yang ada dalam kehidupan sehari-hari.
– Kalau mendownload lagu dari internet untuk diri sendiri, halal?
– Kalau punya usaha PS, yang notabene pakai software game bajakan…!
– Kalau seorang ustad mempunyai komputer sendiri dan digunakan untuk membuat konsep ceramahnya, yang pakai software bajakan…!
– Kalau sebuah parpol islam dikantornya masih pakai software bajakan..!
– Kalau kita bekerja di perusahaan yang masih pakai software bajakan…!
– Kalau di masjid, sekolah islam, lembaga islam masih pakai software bajakan…!
– Kalau kita masih menabung di bank yang punya sistem bunga…!
– Kalau kita ambil kredit rumah, lalu slip gajinya di besarin supaya dapat kredit rumahnya (berbohong..bukan)…!
– Kalau perusahaan kita mau ambil kredit di bank, lalu laporan keuanganya dibuat fiktif..!
– Kalau kita melakukan burning CD dari software untuk diberikan kepada orang lain…!
– Kalau ……..dan banyak lagi bukan

Kadang-kadang ..saya bingung..bagaimana supaya rezeki yang kita peroleh itu halal dan jauh dari haram. Karena kebanyakan pekerjaan yang kita lakukan tidak bisa jauh dari haram walau itu sedikit.

sumber

4 Tanggapan

  1. beli bajakan itu sebenarnya salah, tapi mau gimana lagi, produk asli dengan bajakan justru lebih mudah gampang dicari yg bajakan dan barang asli pun sangat mahal harganya, tak semua kalangan dapat membelinya. ya semoga suatu saat nanti produk asli bukan lagi barang mahal

    http://www.tawvic.co.cc

  2. sepertinya sih mudah ya…hati kecil kita lebih tahu, haram atau halalnya. Hanya seringkali kita menutup mata atas itu.
    Salam

  3. Kunjungan balasan..

    Jadi inget juga neh… kalau kerja di Bank… gajinya berasal dari bunga bank.. padahal bunga bank kan RIba…
    walaupun ada Ulama yang menyatakan bahwa kerja dibank tidak haram..

    tapi feelingnya kok… haram yah…

    mudah-mudahan dimudahkan jalan agar bisa keluar dari perbankan..

  4. terus meminta ja perlindungan-NYA..Insya Allah qta akan slalu dituntun ke jalan yang benar..khususnya qta akan dijauhkan dari barang haram jenis apapun..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: