Buruh Gendong.. engkau Kartini masa kini

Malam ini hari sabtu, tanggal 9 Oktober sekitar jam 9 aku duduk-duduk nyantai nonton acara TV.  Ya, karena lagi tidak banyak kegiatan maka tidak apa sekali-kali cari hiburan di rumah saja alias tidak keluar padahal malam mingguan. Tapi mau keluar perasaan lagi gak mood.  Nah, pas waktu pindah-pindah channel, berhenti di satu channel yang berisi sebuah acara di mana seorang ibu sedang berada di sebuah pasar dengan kegiatannya mengangkat barang-barang dari satu tempat ke tempat lain, dari sebuah mobil ke dalam pasar bahkan ada yang naik ke lantai tiga di pasar itu.

Setelah menonton beberapa saat, maka jelaslah bahwa acara ini menampilkan sebuah realita kehidupan seseorang dengan profesi sebagai tukang angkat barang-barang atau disebut dengan buruh gendong.  Waktu itu aku menonton acara ini memang tidak tuntas sampai selesai, tapi aku sudah bisa mengambil sesuatu yang berharga dari tayangan ini.

sumber gambar : www.krjogja.com

Pertama, ini adalah sebuah realita kehidupan dimana kita bisa menjumpai dengan mudah terutama disebuah pasar banyak nasib mereka yang kurang beruntung.  Kebanyakan hal ini dilakukan oleh para ibu-ibu yang memang sudah berumur cukup tua.  Begitulah kehidupan mereka setiap hari, berangkat dari pagi sampai petang mengangkat barang-barang dari suatu tempat ke tempat lain dengan berat rat-rata 50 kg lebih bahkan ada yang sampai 70 kg.  Ini dilakukan tiap hari dan tiap hari bahkan ada yang sudah 10 tahun dengan pekerjaan tersebut.  Tampak diwajah mereka sebuah harapan untuk terus bekerja guna memenuhi kebutuhan hidupnya, dimana anak-anak mereka menunggu kehadirannya dengan harapan dapat lebih banyak penghasilan hari ini.  Sementara suami mereka pun juga bekerja di tempat lain yang mungkin belum tercukupi kebutuhan hidup keluarga itu sehingga membuat para istri juga turut bekerja membanting tulang bersama-sama.

Kedua, ini adalah sebuah pengabdian dan kewajiban dari mereka buat keluarga. Sungguh merupakan pekerjaan yang sangat mulia sekaligus pekerjaan yang berat apalagi buat para ibu-ibu/istri dari suami mereka yang seharusnya bisa menikmati hari tuanya.  Tapi karena keadaan yang demikian sehingga membuat mereka tetap harus bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

Ketiga, Bagi kita-kita yang masih bergantung kepada orang tua, ingatlah bahwa orang tua kita akan bahagia jika melihat kita senang, gembira dan tersenyum walaupun dirinya sendiri harus menahan beban berat di punggunya sehingga kita masih tetap bisa sekolah, belajar dan menuntut ilmu sampai jenjang yang lebih tinggi.  Karena itu belajarlah yang rajin, jauhi narkoba, tawuran, malas-malasan dan sejenisnya, ingatlah orang tuamu di sana bekerja hanya untuk kamu, untuk mu, dan untuk masa depanmu.  Betapa hancur hati orang tuamu, jika mereka melihat kamu  berbuat tidak baik dan jauh dari harapan mereka.

Keempat, Bagi kita yang beruntung dengan kehidupan lebih baik, sadarlah kita bahwa masih banyak mereka yang tak seberuntung kita.  Hal ini menyadarkan pada diri kita bahwa mereka juga butuh kehidupan dan pekerjaan yang lebih baik, lebih layak dan mungkin seperti kita.  Jadi, mari kita ketuk hati kita masing-masing untuk selalu membantu orang lain, menolong orang yang memang membutuhkan.  Terutama kepada orang-orang yang memang di percayakan amanah kepadanya untuk mengatur tata kehidupan perekonomian masyarakat, semoga bisa lebih bekerja semaksimal mungkin untuk mengangkat derajat kehidupan ekonominya.

Buatmu para buruh gendong…..!

Engkau adalah kartini masa kini, engkau adalah pejuang, dan pekerjaanmu adalah pekerjaan yang mulia.  Semoga diberikan kekuatan, kesabaran dan keikhlasan untuk menjalani kehidupan ini.  Semoga Allah memberi pahala yang berlipat-lipat dan teruslah berdo’a semoga kehidupan akan berubah kearah yang lebih baik, semoga anak-anakmu menjadi anak yang saleh, menjadi kebanggaan bagimu, dan hari tuamu nanti akan lebih baik.

===========================

Sebuah realita yang seharusnya kita renungkan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: