Kesulitan belajar akuntansi

Pelajaran/materi  akuntansi tidak terlepas dari ekonomi.  Ada juga yang yang mengatakan akuntansi merupakan bagian dari ekonomi.  Kalau ekonomi mempunyai cakupan yang lebih luas, maka akuntansi berada pada bagian yang khusus untuk menghitung keuangan sebagai penggerak dari ekonomi itu sendiri.  Ekonomi bisa tumbuh dan berkembang jelas harus ada suatu penataan keuangan yang cepat, cermat, tertata dengan informasi yang jelas.  Karena akuntansi mutlak harus ada di dalam kehidupan, baik skala kecil, menengah lebih-lebih dalam skala yang lebih besar.

ilustrasi gambar via google

Namun, kenapa banyak kesulitan yang kita hadapi dalam mempelajari akuntansi? Ya, pertanyaan yang mudah tapi agak sulit menemukan jawabannya.  Dari analisa penulis dan dari pengalaman selama mengajar akuntansi kepada anak didik, ada beberapa kendala atau faktor-faktor yang menyebabkan kenapa kita selama ini sulit untuk memahami akuntansi, yaitu antar lain :

  1. Belum memahami bahwa hidup kita tidak terlepas dari akuntansi
    Hidup tidak terlepas dari hitung-menghitung duit. Dari pagi sampai pagi lagi siapa yang tak mikirin duit walaupun memang duit bukan segalanya, tapi kalau tidak ada duit tidak bisa berbuat banyak.  Jadi sebenarnya kita selama ini sudah berkutat dengan masalah duit.  Nah, untuk mengatur duit supaya produktif diperlukan suatu metode dan cara agar efektif dan efisien, apalagi kalau dalam jumlah yang besar.  Bagaimana mengalokasikan uang dengan benar, setelah uang diputar apakah kita untung atau malah buntung? Lalu bagaimana melihat perkembangan usaha kita tiap bulan? Lalu kemana saja uang kita di belanjakan? Semua itu akan terjawab dengan Akuntansi
  2. Masih terjebak dalam opini “Menghitung duit tapi gak ada duitnya”
    Kita sering terjebak dalam pemikiran kenapa saya menghitung duit sebanyak ini?, tapi gak pernah melihat duitnya. atau cuma sekedar megang doang, gak pernah mampir di saku aku. Ya, Dalam hidup ini alangkah indahnya kalau punya konsep berbagi.  Kita melakukan pekerjaan pada bagiannya masing-masing. Seorang direktur menyusun suatu strategi masa depan perusahaan, tanpa pernah memegang uangnya, seorang pengaman kantor tidak pernah berhubungan dengan keuangan kantor, tapi akhir bulan terima gaji.  Begitupun seorang accounting, memang dia berkecimpung di dunia-nya yang langsung berhubungan dengan keuangan, namun bukan berarti harus memiliki semua uang di catat di pembukuan-nya.  Karena uang itu terus berputar dari uang masuk (pendapatan), lalu di bagi-bagi ke dalam biaya-biaya, dan lain-lain.  Semua itu sudah di atur menurut bagian-nya masing-masing, coba bayangkan kalau punya usaha sendiri, mengelola keuangan sendiri, pegang duit sendiri. Kalau masih perusahaan kecil tentu masih bisa ditangani sendiri, tapi kalau perusahaan sudah berkembang tentu harus ada bagian-nya masing-masing.
  3. Siapa bilang orang akuntansi tidak suka tantangan
    Anak akuntansi katanya cuma ngitung-ngitung duit. Gak pernah ada inovasi dan perkembangan.  Itu kata sebagian orang.  Makanya di SLTA jurusan IPS katanya jurusan alternatif bila tidak jebol di jurusan IPA.  Padahal semua jurusan itu sama dan punya peluang yang sama untuk maju dan sukses.  Bisnis dan teknologi tidak bisa dipisahkan.  Perusahaan teknologi memerlukan suatu modal yang besar untuk melakukan riset, penelitian dan percobaan.  Setelah produk selesai dan siap diluncurkan, maka bagian pemasaran siap bertanding dengan kompetitor lain, bagian accounting siap berkalkulasi, bagian perencanaan siap berpikir membuat langkah strategis ke depan, siap memprediksi kebutuhan pasar dan konsumen sehingga menciptakan produk yang di inginkan oleh pasar tersebut, dan lain-lain.  Inilah tantangan yang harus dihadapi oleh seseorang yang berkecimpung di bidang ekonomi / akuntansi.
  4. Akuntansi belum mengarah kepada Komputerisasi
    Saat ini akuntansi masih banyak yang masih belajar seputar teori dan pembukuan manual.  Padahal tujuan dari pencatatan akuntansi adalah bagaimana menghasilkan laporan keuangan yang cepat, efisien dan terstruktur dengan sangat rapi.  Untuk mencapai hal tersebut penggunaan media komputer mutlak harus dilakukan.  Makanya banyak sekali program aplikasi akuntansi yang siap pakai dengan keunggulan masing-masing.  Kita bisa menggunakan aplikasi akuntansi komputer sesuai dengan kebutuhan perusahaan kita misalnya DEA, MYOB, Zahir Accounting, dan lain sebagainya.  Hal ini mungkin karena keterbatasan peralatan komputer atau bisa juga pengajar yang harus disiapkan.

Itulah kira-kira beberapa kendala dan kesulitan kenapa kita cenderung tidak berminat di bidang akuntansi, padahal akuntansi mempunyai fungsi dan kegunaan yang sangat penting dalam kehidupan.  Kalau sudah memahami dan mengetahui kesulitan dalam belajar akuntansi mari kita sekarang berpikir bahwa akuntansi itu mudah dipelajari karena langsung berhubungan dengan kehidupan manusia.  Apalagi saat ini komputer akuntansi sudah sangat berkembang pesat sehingga akuntansi makin menarik untuk digunakan.

3 Tanggapan

  1. Mungkin karna belum pake mata uang nyata, jadi pada kesulitan. . .
    banyak orang” yang belajarnya kesulitan, tapi dalam nyat mereka mahir dg uang nyata…

  2. SUDAH PAKE

  3. Timakasih, sangat berguna sebagai motivasi bagi saya yg sedang belajar akuntansi yg cenderung tidak mengerti.. Kwk

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: