Siklus akuntansi

Bagaimana para netter semua.  Sudah jelas tentang dasar-dasar akuntansi yang telah dijelaskan di awal.  Kalau belum bisa di baca kembali sebelum masuk ke pemahaman berikutnya.

1. Akuntansi Dasar 1
2. Akuntansi itu susah ?
3. Kesulitan belajar Akuntansi

4. Akuntansi Dasar 2

5. Persamaan dasar akuntansi

6. Kasus Persamaan Dasar akuntansi
7. Kasus Persamaan Dasar akuntansi (lanjutan)
8. Latihan persamaan Akuntansi
9. Setelah membuat persamaan, lalu apalagi?

Untuk tutorial kali ini, kita akan membahas Siklus akuntansi.  Siklus adalah perputaran dari awal sampai akhir sesuatu hal.  Yang dimaksud di sini adalah perputaran/langkah-langkah dalam membuat pembukuan dari awal sampai akhir dan nanti kembali ke awal lagi.  Dimana pencatatan akuntansi berlaku dalam satu periode, umumnya untuk akuntansi di Indonesia satu periode adalah satu tahun Kalender.  Jadi periode tahun 2012 artinya pencatatan akuntansi dimulai dari 1 Januari 2012 sampai 31 Desember 2012.  Kenapa disebut siklus? Ya, karena periode hanya berlaku dalam satu tahun, maka untuk tahun berikutnya mutar lagi seperti tahun sebelumnya dan begitu seterusnya sampai tidak ada batasnya, kecuali perusahaan itu ditutup.

Kita kembali ke awal pembahasan terdahulu. Dengan menggunakan persamaan kita sudah dapat membuat laporan keuangan (Laba-rugi, Perubahan modal dan Neraca).  Lalu, apa dan kenapa harus menggunakan siklus Akuntansi? Memang dengan persamaan kita sudah bisa membuat laporan keuangan, tapi masih bersifat terbatas dan bila ada penambahan kelompok data (akun), maka akan kesulitan menambah data tersebut.  Hal ini disebabkan karena pencatatan bersifat ke kanan (berkolom). Dengan menggunakan persamaan akan mengalami kesulitan bilamana data yang diolah sudah semakin banyak dan komplek.

Untuk mengatasi masalah ini, maka diperlukan suatau pencatatan yang rapi, terstruktur dan mudah digunakan dan harus mengikuti prinsip dan langkah-langkah atau metode yang telah disepakati bersama oleh pakar akuntansi Indonesia yang tergabung dalam IAI (Ikatan Akuntansi Indonesia).  IAI membuat prinsip dan metode pencatatan akuntansi yang sudah standar dan diterima oleh masyarakat yang disebut SAK (Standar Akuntansi Keuangan).

Urutan Siklus Akuntansi :

  1. Bukti Transaksi
  2. Jurnal
  3. Posting ke Buku Besar
  4. Neraca Saldo (Neraca Percobaan)
  5. Jurnal Penyesuaian (Adjustment)
  6. Neraca Lajur (Worksheets)
  7. Neraca setelah penyesuaian
  8. Laporan keuangan
  9. Jurnal Penutup
  10. Jurnal Pembalik

Urutan siklus transaksi diatas ada yang harus dilakukan dan ada yang bisa di lewatkan. Hal ini terjadi karena inti dari pembuatan laporan keuangan adalah menghasilkan laporan keuangan yang cepat dan tepat.  Apalagi penggunaan media komputerisasi akuntansi (program akuntansi komputer), anda hanya cukup melakukan Jurnal, maka semua informasi akan tersaji dengan cepat.   Karena pembahasan ini tentang TEORI AKUNTANSI”, maka kita akan mencoba membuat pencatatan akuntansi secara manual alias tidak menggunakan software aplikasi akuntansi.

7 Tanggapan

  1. makasih pak berbagi artikelnya..

  2. Siklus tersebut, kenapa tidak ada point “income statement”. Laporan laba/ rugi. thx.

    • Di point No.8 ada Laporan Keuangan dimana isinya ada 3 yang paling umum yaitu : Laporan Laba rugi, Perubahan Modal dan Neraca.

  3. sngat sulit bljar akuntansi

  4. Terima kasih kak,bermanfaat

  5. Kak bagaman cara pengerjaannya capital stetment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: